1. Pendahuluan
Pada praktikum kali ini, saya akan melakukan konfigurasi hotspot menggunakan router dari MikroTik. Hotspot ini bertujuan untuk membagikan akses internet menggunakan sistem login (username dan password), serta membatasi kecepatan internet setiap pengguna sesuai dengan profil yang telah ditentukan.
Konfigurasi dilakukan melalui aplikasi Winbox agar lebih mudah dalam pengaturan. Dalam praktik ini, saya membuat dua jenis pelanggan dengan kecepatan internet yang berbeda.
2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
-
Memahami cara konfigurasi hotspot pada MikroTik.
-
Mengetahui cara kerja DHCP Client dan DHCP Server.
-
Membuat sistem login hotspot menggunakan username dan password.
-
Membagi bandwidth berbeda kepada setiap pelanggan menggunakan User Profile.
3. Alat dan Bahan
-
1 Router MikroTik
-
1 Laptop/PC
-
Kabel UTP
-
Aplikasi Winbox
-
Sumber koneksi internet
LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI
1. Koneksikan kabel UTP sebagai internet ke Eth 1, Eth 2 sebagai penghubung PC
2.Masuk ke menu winbox
3.Mengatur DHCP Client
pilih menu IP-> DHCP Client(+)-> pilih interface yang terhubung ke internet(misal Ether 1) sampai status bound->apply dan ok.
4.Mengecek Koneksi Internet
Klik menu New Terminal ->ketik ping 8.8.8.8 (kalo Munculnya TTL berati udah terkoneksi internet)
5.Memberikan IP Address pada WLAN1
pilih menu IP->Address(+) masukan ip yang di tentukan(jangan lupa /) ->pilih wlan 1 -> apply dan ok
6.Mengatur DHCP Server
Masuk ke IP->DHCP Server->DHCP Setup ->pilih wlan 1 -> next terus sampai selesai.
7.Membuat Hotspot
Klik IP->Hotspot->pilih menu Hotspot setup->(hotspot interface:Wlan 1)->Klik next hingga ada DNS Name:di isi nama bebas belakangnya di tambah .net (misal amelia.net) ->Next Hingga selesai.
8.Mengatur Server Profile
Klik Hotspot->Server Profiles->Klik 2x pada hsprof1->klik login lalu centang HTTP PAP->Hilangkan centang pada Cookie->apply dan ok.
9.Membuat User Profile (Pembagian Kecepatan)
Klik user profiles pada menu Hotspot->klik(+)kemudian Rubah
(Boleh di rubah satu saja) tapi disini saya akan bikin 2 user profiles
Pelanggan 1
- Shared user:10 (bebas mau di isi berapa)
- Rate limit (rx/+x)= 1024k/1024k (sesuai yang di tentukan)
- Name:sesuai yang di minta (misal Pelanggan 1)
Pelanggan 2
- Shared user:10 (bebas mau di isi berapa)
- Rate limit (rx/+x)= 512k/512k (sesuai yang di tentukan )
- Name:sesuai yang di minta (misal Pelanggan 2)
10. Membuat User Login
Klik Hotspot->User->klik(+)->Kemudian Rubah
(karena saya bikin 2 user profile jadi usernya ikut 2)
- Server:all
- Name:pelanggan 1 (Nama boleh bebas)
- Password:123 (bebas)
- profile:Pelanggan 1 (sesuaikan nama yang sudah di bikin di user profile)
- Server:all
- Name:pelanggan 2 (Nama boleh bebas)
- Password:123 (bebas)
- profile:Pelanggan 2 (sesuaikan nama yang sudah di bikin di user profile)
Setelah semua konfigurasi selesai, saya mencoba menghubungkan perangkat ke WiFi hotspot. Ketika membuka browser, muncul halaman login. Setelah memasukkan username dan password, internet dapat digunakan.
Saya juga mencoba membandingkan kecepatan antara Pelanggan 1 dan Pelanggan 2. Hasilnya, Pelanggan 1 memiliki kecepatan lebih tinggi dibanding Pelanggan 2 sesuai dengan rate limit yang telah diatur.
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah saya lakukan, saya dapat menyimpulkan bahwa konfigurasi hotspot pada MikroTik cukup mudah jika dilakukan secara berurutan. Dengan fitur DHCP Client, DHCP Server, dan Hotspot, kita dapat membuat sistem login internet yang terkontrol.
Selain itu, dengan menggunakan User Profile, saya bisa membatasi kecepatan internet setiap pelanggan sesuai kebutuhan. Hal ini sangat berguna agar penggunaan bandwidth lebih adil dan jaringan tetap stabil.
Melalui praktikum ini, saya menjadi lebih memahami cara kerja manajemen bandwidth pada router MikroTik.
Daftar Pustaka
Tutorial konfigurasi MikroTik dasar dari platform YouTube (https://youtu.be/qaLDLw4xra8?si=rXU8EZrEur6zRx8R)