Pendahuluan
Dalam jaringan komputer, supaya data bisa sampai dari satu tempat ke tempat lain, dibutuhkan yang namanya routing. Routing ini ibarat penunjuk jalan agar data tidak salah arah.
Ada dua jenis routing, yaitu static routing (manual) dan dynamic routing (otomatis). Nah, di artikel ini kita bakal bahas salah satu routing dinamis yang paling dasar, yaitu RIP (Routing Information Protocol).
Pengertian Routing Dinamis
Routing dinamis adalah cara router menentukan jalur secara otomatis tanpa harus kita atur satu per satu.
Jadi, router itu bisa “berpikir sendiri” untuk:
- mencari jalur terbaik
- menyesuaikan kalau ada perubahan jaringan
- saling berbagi informasi dengan router lain
Apa itu RIP?
RIP adalah salah satu protokol routing dinamis yang paling sederhana. Cara kerjanya menggunakan hop count (jumlah lompatan antar router).
- Kalau jalurnya sedikit hop → berarti lebih cepat → dipilih
- Kalau hop-nya banyak → dianggap kurang bagus
Maksimal hop di RIP adalah 15, kalau lebih dari itu dianggap tidak bisa dijangkau.
Cara Kerja RIP
Cara kerja RIP gampang banget:
- Setiap router punya tabel routing
- Router saling kirim info jaringan tiap 30 detik
- Router membandingkan jalur yang ada
- Dipilih jalur dengan hop paling sedikit
Analogi singkat:
Kayak kamu mau ke rumah teman. Kamu pasti pilih jalan yang paling dekat dan nggak ribet. Nah, RIP juga gitu—milih jalur paling sederhana.
Ciri-Ciri RIP
Beberapa hal yang jadi ciri khas RIP:
- Pakai metode distance vector
- Menghitung jarak pakai hop
- Update otomatis tiap 30 detik
- Maksimal 15 hop
- Cocok untuk jaringan kecil
Jenis RIP
Ada dua versi utama:
-
RIP versi 1
- Masih sederhana
- Belum mendukung subnet
-
RIP versi 2
- Lebih lengkap
- Sudah mendukung subnet
- Lebih sering dipakai
Kelebihan RIP
- Mudah dipelajari (cocok buat pemula)
- Konfigurasinya sederhana
- Ringan dijalankan di router
Kekurangan RIP
- Kurang cocok untuk jaringan besar
- Pemilihan jalur hanya berdasarkan hop
- Update tidak terlalu cepat
