A. Latar Belakang
Instalasi FTTH ke pelanggan bertujuan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi secara langsung ke rumah. Dengan menggunakan kabel fiber optik, data dapat dikirim lebih cepat dan stabil. Proses instalasi dilakukan agar koneksi internet dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari pelanggan
B. Alat dan Bahan
-
Kabel Fiber Optik (Drop Cable)
Kabel ini berfungsi sebagai media utama penghantar data dari jaringan distribusi ke rumah pelanggan. Data dikirim dalam bentuk cahaya sehingga dapat menyalurkan informasi dengan kecepatan tinggi dan minim gangguan. -
ODP (Optical Distribution Point)
ODP merupakan kotak distribusi yang terpasang di tiang atau dinding. ODP berfungsi sebagai titik pembagi jaringan fiber optik dari jaringan utama menuju beberapa pelanggan.
-
ONT (Optical Network Terminal)
ONT adalah perangkat yang dipasang di dalam rumah pelanggan. Fungsinya untuk mengubah sinyal cahaya dari kabel fiber optik menjadi sinyal listrik yang dapat digunakan oleh perangkat seperti router, komputer, atau ponsel.
-
Patch Cord Fiber Optik
Patch cord digunakan untuk menghubungkan kabel fiber optik ke ONT atau ke port ODP. Kabel ini biasanya berukuran pendek dan sudah memiliki konektor di kedua ujungnya. Fusion Splicer
Fusion splicer adalah alat khusus yang digunakan untuk menyambungkan dua ujung kabel fiber optik dengan metode penyatuan panas. Alat ini sangat penting karena kualitas sambungan akan mempengaruhi kekuatan sinyal.
-
Cleaver
Cleaver berfungsi untuk memotong ujung kabel fiber optik secara presisi. Potongan yang rapi sangat dibutuhkan agar hasil penyambungan fiber optik menjadi maksimal.
-
Stripper Fiber Optik
Alat ini digunakan untuk mengupas pelindung kabel fiber optik tanpa merusak bagian inti seratnya.
-
Optical Power Meter (OPM)
OPM digunakan untuk mengukur kekuatan sinyal yang diterima pelanggan. Alat ini membantu teknisi memastikan bahwa nilai redaman masih dalam batas normal.
-
Visual Fault Locator (VFL)
VFL berfungsi untuk mendeteksi gangguan atau putusnya serat fiber optik dengan memancarkan cahaya laser merah.
-
Tang, Obeng, dan Peralatan Pendukung
Digunakan untuk membantu pemasangan perangkat, pengencangan baut, serta merapikan instalasi agar aman dan terlihat rapi.
C. Pembahasan
1. Survei lokasi pelanggan
Teknisi datang ke rumah pelanggan untuk melihat kondisi lingkungan, jarak dari jaringan terdekat, serta menentukan jalur penarikan kabel fiber optik. Survei ini bertujuan agar pemasangan bisa dilakukan dengan aman dan rapi.
2. Penarikan kabel fiber optik
Setelah jalur ditentukan, kabel fiber optik ditarik dari ODP menuju rumah pelanggan. Kabel dipasang melalui tiang atau dinding rumah dengan pengikat agar tidak mudah rusak dan tetap terlihat rapi.
3. Penyambungan (splicing) kabel fiber optik
Kabel fiber optik disambung menggunakan alat khusus supaya sinyal cahaya dapat mengalir dengan baik. Proses ini harus dilakukan dengan teliti karena sangat berpengaruh pada kualitas jaringan.
4. Pengujian kualitas jaringan
Setelah penyambungan, teknisi melakukan pengukuran redaman untuk memastikan sinyal masih dalam batas normal. Jika hasil pengujian baik, maka jaringan siap digunakan.
5. Pemasangan ONT di rumah pelanggan
ONT dipasang di dalam rumah dan dihubungkan dengan kabel fiber optik. Perangkat ini berfungsi mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal internet yang bisa digunakan oleh perangkat pelanggan.
6. Aktivasi dan uji coba layanan
Tahap terakhir adalah mengaktifkan layanan dan mencoba koneksi internet. Teknisi memastikan internet berjalan stabil serta menjelaskan cara penggunaan dasar kepada pelanggan.
D. Kesimpulan
Instalasi FTTH ke pelanggan memerlukan alat dan bahan khusus yang memiliki fungsi masing-masing. Penggunaan alat yang tepat serta proses pemasangan yang benar akan menghasilkan kualitas jaringan yang baik, cepat, dan stabil bagi pelanggan.
E. Daftar Pustaka
-
Nugroho, D. (2020). Teknologi Jaringan Fiber Optik.
-
Setiawan, B. (2019). Dasar Sistem Telekomunikasi.
-
Modul Praktik Instalasi FTTH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar